Menelusuri fakta dan menyajikan analisis kritis dari berbagai penjuru dunia.
Pemerintah berencana melakukan pembiayaan utang sebesar Rp876,3 triliun pada 2027. Mayoritas akan dipenuhi melalui penerbitan Surat Berharga Negara neto sebesar Rp779,9 triliun dan pinjaman neto Rp96,3 triliun. Di tengah target defisit yang justru lebih rendah, besarnya pembiayaan utang memunculkan pertanyaan mengenai arah belanja negara, beban bunga, dan seberapa produktif setiap rupiah utang digunakan.