Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik yang tinggi. Gempa bumi dapat terjadi sewaktu-waktu dan dalam banyak kasus tidak dapat diprediksi secara pasti kapan, di mana, serta seberapa besar kekuatannya. Karena itu, teknologi yang tersedia saat ini lebih berfungsi untuk mempercepat deteksi, penyebaran informasi dan membantu masyarakat mengambil keputusan setelah suatu aktivitas seismik tercatat.
Di tengah derasnya informasi di media sosial, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap kabar gempa yang belum terverifikasi. Informasi mengenai parameter gempa dan potensi tsunami sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi pemerintah.
Berikut enam aplikasi dan situs yang dapat digunakan untuk memantau informasi gempa bumi di Indonesia.
1. InfoBMKG
InfoBMKG menjadi salah satu aplikasi utama yang sebaiknya tersedia di ponsel masyarakat Indonesia. Aplikasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ini tersedia untuk Android maupun iOS dan dapat digunakan secara gratis.
Melalui InfoBMKG, pengguna dapat melihat informasi gempa terbaru, gempa yang dirasakan masyarakat, lokasi episenter, kedalaman, magnitudo serta informasi mengenai potensi tsunami. Selain gempa bumi, aplikasi tersebut menyediakan prakiraan cuaca, peringatan dini cuaca ekstrem, kualitas udara hingga informasi iklim.
Hingga 31 Juli 2026, BMKG mencatat aplikasi InfoBMKG telah diunduh lebih dari 17 juta kali melalui Android dan sekitar 1,5 juta kali melalui iOS.
2. WRS-BMKG
Bagi pengguna yang membutuhkan informasi gempa dan tsunami lebih terperinci, BMKG juga memiliki aplikasi Warning Receiver System atau WRS-BMKG.
Aplikasi ini menampilkan informasi gempa dengan magnitudo 5,0 atau lebih, gempa yang dirasakan serta informasi tsunami. WRS-BMKG juga menyediakan peta guncangan atau shakemap, jarak pusat gempa dari posisi pengguna, informasi intensitas MMI hingga estimasi waktu kedatangan tsunami apabila peringatan tsunami diterbitkan.
WRS-BMKG awalnya ditujukan untuk mendukung penyebaran informasi kepada pemangku kepentingan seperti BNPB, BPBD, pemerintah daerah, media, TNI, Polri dan lembaga lainnya, tetapi aplikasinya dapat diakses melalui perangkat seluler.
3. Situs BMKG
Bagi masyarakat yang tidak ingin memasang aplikasi tambahan, situs resmi BMKG tetap menjadi salah satu rujukan utama.
Pada layanan gempa bumi BMKG, masyarakat dapat melihat daftar kejadian gempa terbaru lengkap dengan magnitudo, kedalaman, koordinat, lokasi pusat gempa, wilayah yang merasakan guncangan hingga keterangan mengenai ada atau tidaknya potensi tsunami.
BMKG sendiri mengarahkan masyarakat yang membutuhkan informasi gempa terbaru untuk menggunakan aplikasi InfoBMKG atau mengakses situs resminya. Hal ini penting karena informasi yang beredar di media sosial sering kali sudah dipotong, terlambat atau bahkan kehilangan konteks dari keterangan resmi.
4. InaTEWS
Indonesia Tsunami Early Warning System atau InaTEWS merupakan sistem peringatan dini tsunami Indonesia yang dioperasikan BMKG.
Sistem ini tidak sekadar menampilkan gempa. Ketika terjadi gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami, InaTEWS digunakan untuk memproses dan menyebarkan informasi mengenai parameter gempa, potensi tsunami serta pembaruan peringatan kepada masyarakat dan lembaga terkait.
BMKG menjelaskan bahwa informasi awal gempa dan peringatan dini tsunami melalui sistem InaTEWS dapat diterbitkan dalam hitungan menit setelah gempa terjadi. Informasi tersebut kemudian diperbarui berdasarkan hasil analisis dan pemantauan berikutnya.
Karena itu, bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, terutama wilayah yang berhadapan langsung dengan zona sumber gempa besar, InaTEWS menjadi salah satu kanal yang penting untuk diketahui.
5. MAGMA Indonesia
Pilihan lainnya adalah MAGMA Indonesia yang dikembangkan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
MAGMA atau Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia menyediakan informasi kebencanaan geologi secara terintegrasi. Tidak hanya gempa bumi dan tsunami, pengguna juga dapat melihat aktivitas gunung api, gerakan tanah serta informasi abu vulkanik untuk penerbangan.
Badan Geologi menyebut MAGMA menyediakan laporan, peta, notifikasi dan rekomendasi kebencanaan geologi secara quasi real-time. Pada Juni 2026, layanan ini bahkan memperoleh Honourable Mention dalam United Nations Public Service Awards 2026.
MAGMA cocok digunakan sebagai pelengkap karena memberikan gambaran ancaman geologi yang lebih luas dibanding sekadar daftar kejadian gempa.
6. InaRISK Personal
Berbeda dengan layanan yang berfokus pada kejadian gempa terbaru, InaRISK Personal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana lebih berguna untuk mengetahui tingkat bahaya dan risiko bencana di sekitar tempat tinggal pengguna.
Melalui InaRISK, masyarakat dapat memeriksa peta ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, letusan gunung api dan sejumlah ancaman lainnya. Platform ini juga memberikan rekomendasi mengenai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.
InaRISK menggunakan hasil kajian BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait. Versi aplikasinya juga masih dikembangkan dan tercatat mendapatkan pembaruan pada Juni 2026.
Aplikasi Membantu, tetapi Tidak Bisa Meramal Gempa
Keberadaan berbagai aplikasi tersebut tidak berarti masyarakat dapat mengetahui secara pasti kapan gempa berikutnya akan terjadi. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi secara akurat waktu, lokasi dan magnitudo sebuah gempa sebelum kejadian.
Fungsi utama layanan digital kebencanaan adalah mempercepat penyampaian informasi setelah aktivitas seismik terdeteksi, memberikan peringatan jika terdapat ancaman lanjutan seperti tsunami serta membantu masyarakat memahami risiko wilayah tempat mereka berada.
Karena itu, memasang aplikasi saja belum cukup. Masyarakat tetap perlu mengetahui lokasi evakuasi, memahami langkah perlindungan saat terjadi gempa dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar melalui grup percakapan atau media sosial.
Untuk informasi gempa bumi dan peringatan tsunami, BMKG menegaskan agar masyarakat memastikan informasi berasal dari kanal resmi seperti InfoBMKG, situs BMKG, InaTEWS maupun WRS-BMKG.
Teknologi mungkin tidak mampu memberi tahu kapan bumi akan berguncang, tetapi akses informasi yang cepat dan benar dapat menentukan seberapa siap seseorang ketika guncangan itu benar-benar datang.