Jakarta — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi sorotan publik mengenai sejumlah lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai tidak ideal atau berada di titik yang dianggap “nyeleneh”. Menurut Ferry, jumlah lokasi bermasalah tersebut relatif kecil dibandingkan total pembangunan yang sedang berjalan.
Ferry menyebut lokasi yang dinilai tidak ideal diperkirakan kurang dari 10 titik dari sekitar 30.000 Kopdes Merah Putih yang tengah dibangun di berbagai daerah. Pemerintah, kata dia, tetap menerima kritik dan masukan masyarakat terkait pemilihan lokasi pembangunan koperasi.
Ia menjelaskan bahwa penentuan lokasi tidak sepenuhnya ditetapkan pemerintah pusat. Titik pembangunan dipilih melalui musyawarah di tingkat desa dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta ketersediaan lahan. Pemerintah desa dinilai lebih memahami situasi dan kebutuhan di daerah masing-masing.
Jika kemudian terdapat lokasi yang dinilai kurang tepat atau menghadapi persoalan teknis, pemerintah desa akan dilibatkan untuk mencari solusi. Ferry menegaskan pemerintah tidak mengabaikan kritik mengenai lokasi Kopdes, namun meminta persoalan tersebut dilihat secara proporsional dibandingkan dengan puluhan ribu titik pembangunan yang sedang berjalan.
Pernyataan ini muncul di tengah perhatian publik terhadap pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan skala pembangunan yang besar, ketepatan lokasi menjadi salah satu faktor penting agar koperasi nantinya benar-benar mudah diakses dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.