Merauke — Masyarakat adat Suku Kanum di Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menyerahkan tanah ulayat untuk mendukung program cetak sawah rakyat. Penyerahan itu ditandai melalui prosesi adat “Bakar Batu” yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Jalur 4A, di atas lahan milik Nikodemus Ndiken. Dalam prosesi itu, masyarakat adat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta kontraktor pelaksana hadir bersama sebagai bentuk dukungan terhadap dimulainya pembukaan lahan pertanian rakyat yang menjadi bagian dari program strategis nasional di Papua Selatan.
Kepala Suku Kanum, Marten Ndiken, menyampaikan bahwa dukungan terhadap program ini dilandasi harapan agar taraf hidup masyarakat lokal dapat meningkat. Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tetap menghormati nilai-nilai adat dan menjaga kesucian tanah ulayat selama kegiatan berlangsung.
Sikap resmi penyerahan lahan kemudian disampaikan oleh Nikodemus Ndiken selaku pemilik hak ulayat. Ia menyatakan tanah tersebut diserahkan untuk dikelola demi kepentingan bersama, dengan harapan program cetak sawah rakyat dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Prosesi adat juga diwarnai ritual pemukulan babi dan pengolesan darah pada alat berat sebagai simbol penyatuan tradisi dengan dimulainya pekerjaan lapangan. Rangkaian acara berlangsung aman dan tertib hingga selesai.
Program cetak sawah rakyat ini disebut dikerjakan oleh PT Mandiri Agung Papua dan CV Bintang Yoga. Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat menunjukkan adanya sinergi antara pembangunan dan pendekatan budaya lokal dalam pelaksanaan program tersebut.