Video Kebun Kelapa Sawit Terbakar di Jalan Cilik Riwut Arah Sampit-Kobes Jadi Sorotan

Sebuah video yang memperlihatkan kebakaran di area kebun kelapa sawit di Jalan Cilik Riwut arah Sampit–Kobes, Kalimantan Tengah, ramai beredar di media sosial pada Senin (24/8/2026). Rekaman tersebut kembali menyoroti ancaman kebakaran lahan di tengah kondisi wilayah yang kering dan rawan karhutla.

Tim Redaksi
WIB
Bagikan
Video Kebun Kelapa Sawit Terbakar di Jalan Cilik Riwut Arah Sampit-Kobes Jadi Sorotan

KALIMANTAN TENGAH — Video kebakaran yang beredar menunjukkan kobaran api membakar area kebun kelapa sawit di ruas Jalan Cilik Riwut arah Sampit–Kobes. Dalam unggahan yang menyertai video, peristiwa itu disebut terjadi pada 24 Agustus 2026. Kobaran api tampak membesar di tengah vegetasi yang kering, sementara suasana malam membuat nyala api terlihat semakin mencolok.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan penyebab pasti kebakaran, luas area yang terdampak, maupun apakah api telah berhasil sepenuhnya dipadamkan. Karena itu, informasi yang dapat dipastikan sejauh ini masih terbatas pada rekaman video dan keterangan lokasi yang menyertai unggahan tersebut.

Meski demikian, kemunculan kebakaran di area kebun sawit ini menjadi alarm serius di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih menghantui Kalimantan Tengah. Kondisi vegetasi yang kering selama musim kemarau membuat api sangat mudah merambat, terutama di kawasan perkebunan, lahan terbuka, dan area yang dipenuhi semak atau tanaman kering.

Kalimantan Tengah sendiri termasuk salah satu wilayah yang terus menghadapi ancaman karhutla sepanjang musim kemarau 2026. Pemerintah pusat dan daerah telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor apabila menemukan titik api di lapangan.

Video kebakaran kebun kelapa sawit di Jalan Cilik Riwut arah Sampit–Kobes itu pun menambah daftar kekhawatiran publik terhadap meluasnya kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam situasi lahan yang sangat kering, api yang awalnya muncul di satu titik dapat dengan cepat menjalar menjadi kebakaran yang lebih besar apabila terlambat ditangani.

Peristiwa ini juga memperlihatkan bahwa ancaman kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan hutan, tetapi juga dapat muncul di area perkebunan yang berada di dekat jalur aktivitas masyarakat. Karena itu, kewaspadaan dan respons cepat menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran terbuka dalam bentuk apa pun, termasuk membakar sampah atau membersihkan lahan dengan api. Jika menemukan asap atau titik kebakaran, warga diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Komentar (0)

Silakan login untuk meninggalkan komentar.

Masuk

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!